Sebelum Anda Memulai 21 Hari
- 18 Agustus
- Waktu baca 9 menit
Diperbarui: 18 Agustus
Selamat datang!
Pertama-tama, SELAMAT. Fakta bahwa Anda membaca ini menunjukkan bahwa ada ketidakpuasan kudus di dalam diri Anda, seruan untuk perubahan, untuk kebangkitan rohani, dan hati yang membara dengan kasih—untuk Yesus, untuk gereja-Nya, untuk kota Anda, dan untuk bangsa Anda. Ini juga mengungkapkan sesuatu yang langka dan dahsyat: kesediaan untuk menaati Firman Tuhan dan bertindak di saat yang sangat mendesak. Anda adalah salah satu dari mereka yang menolak untuk berdiam diri sementara kegelapan semakin mendekat—Anda memilih untuk merespons.
Kami mendorong Anda, jika memungkinkan, untuk tidak melakukan ini sendirian. Lakukan bersama keluarga, teman, gereja, dan bersatulah dengan gereja-gereja lain di kota Anda. Kirim tautan situs ini kepada semua orang yang Anda kenal, dan juga unggah di media sosial.
Sebuah pola
Alkitab dan sejarah menjelaskan satu hal: satu-satunya yang benar-benar dapat mengubah seseorang, keluarga, gereja, kota, atau bangsa—dan melindunginya dari kehancuran—adalah Pribadi yang sama yang menyalakan kebangunan rohani: YESUS KRISTUS. Dan sementara banyak orang menunggu Tuhan untuk membawa kebangunan rohani dan perubahan, Dia sedang menunggu kita. Dia mencari sisa umat yang akan bangkit, bertobat, dan menanggapi—agar Dia dapat melepaskan kepenuhan kuasa-Nya yang mengubah.
Dasar-dasar
Sebelum kita membahas aspek praktis dan logistik dari masa pengudusan ini, kita perlu memahami MENGAPA hal ini sangat penting. Kita membutuhkan landasan Alkitabiah yang kokoh untuk apa yang akan kita lakukan—dan untuk apa yang kita yakini akan Allah lakukan.
Apa yang bisa diharapkan
Tujuan dari materi-materi ini adalah untuk membantu kita menaati Firman, bertobat, dibangkitkan, kembali kepada kasih mula-mula kita, dan mempersiapkan Gereja untuk menjadi tempat kediaman hadirat Allah (Efesus 2:22), sehingga kemuliaan dan hidup-Nya dapat tercermin, menghasilkan keselamatan bagi yang hilang dan transformasi komunitas kita. Hal ini tentu saja melibatkan disiplin spiritual seperti doa, ibadah, puasa, persatuan, rekonsiliasi, pertobatan, pengampunan, mengejar kekudusan, kesehatan, dan penyembuhan (emosional, spiritual, dan fisik).
Ini adalah waktu pengudusan di hadapan Tuhan dan dalam persatuan dengan saudara-saudari kita. Ini adalah tindakan pribadi dan kolektif. Setelah meluangkan waktu di hadapan Tuhan, kerinduan kita akan hadirat-Nya akan meningkat! Jika kita memulihkan kerinduan kita akan Tuhan dan kembali kepada-Nya dalam kerendahan hati dan kebenaran, Dia akan mendekat kepada kita dengan cara yang nyata. Kemudian, kehadiran dan realitas Yesus akan ada di antara kita, membawa kehidupan dan membuat kita efektif dalam menjangkau orang-orang yang hilang dan membawa transformasi bagi komunitas, kota, dan bangsa.
Jika ada hal dalam materi ini yang mungkin tidak sepenuhnya Anda setujui—baik secara doktrin maupun lainnya—kami dengan penuh kasih meminta agar Anda tidak mengabaikan seluruh pesan atau menarik diri dari partisipasi karena perbedaan tersebut. Di masa yang mendesak ini, persatuan di bawah kepemimpinan Kristus lebih penting dari sebelumnya. Kami terbuka untuk dialog dan mengundang Anda untuk menghubungi kami jika ada hal yang menimbulkan pertanyaan atau kekhawatiran. Kami berkomitmen untuk hidup dengan rendah hati dan tetap mau belajar, selalu ingin menyelaraskan hati kami dengan kebenaran Firman Tuhan.
Harapan
Jika Anda mulai mempraktikkan apa yang Anda pelajari di sini, Anda akan:
Mulailah meruntuhkan penghalang spiritual yang telah mencegah Anda mengalami kasih dan kehadiran Bapa—dan masuki tingkat yang lebih dalam dalam perjalanan Anda bersama-Nya.
Saksikan doa-doa Anda mulai menembus langit dan dikabulkan—banyak yang bahkan seketika.
Bimbing keluarga dan gereja Anda menuju pengalaman kebangkitan dan pemulihan yang sejati.
Materi ini dibuat agar jelas, komprehensif, dan praktis. Ayat-ayat Alkitab yang dikutip bukanlah daftar lengkap, melainkan contoh yang kuat—masing-masing menunjuk pada prinsip-prinsip Alkitabiah utama yang sedang ditekankan Allah pada saat ini. Kami sangat menyarankan Anda untuk membaca setiap bagian secara lengkap dan dalam konteksnya, membiarkan Roh Kudus berbicara kepada Anda secara pribadi.
Yang terpenting, materi ini harus berfungsi sebagai cermin. Saat Anda membaca, bawalah segala sesuatu di hadapan Tuhan secara rahasia. Biarkan Dia menyelidiki hati Anda. Undanglah Dia, seperti yang dilakukan Daud, untuk menyingkapkan segala sesuatu dalam diri Anda yang menyedihkan hati-Nya (Mazmur 139:23-24).
Dan sebuah peringatan: jika muncul pikiran—"Si anu benar-benar perlu membaca ini"—hentikan. Biarkan Roh Kudus terlebih dahulu menangani Anda dan balok di mata Anda sendiri. Jika Anda mengenali dosa atau area kompromi yang disebutkan di sini dalam hidup Anda sendiri, jangan menunda. Inilah saatnya Anda bertobat.
Buku elektronik
Akses semua ebook di sini: globalconsecration.org/consecration-library
Ebook merupakan bagian penting dari proses pengudusan. Ebook ini dimaksudkan untuk dibaca dan diterapkan dalam kehidupan, keluarga, dan gereja kita sebelum kita memulai panduan pengudusan 21 hari. Jika Anda meluangkan waktu untuk membaca setiap buku dan benar-benar menaati firman Tuhan, kehidupan, keluarga, dan gereja Anda akan diubah bahkan sebelum Anda memulai 21 hari pengudusan. Yang terpenting dari semua buku adalah Cara Mengampuni Secara Alkitabiah.
Panduan Pengabdian Harian 21 Hari
Ini bukanlah panduan yang harus dibaca sekaligus. Ini adalah proses 21 hari yang akan dikerjakan Bapa, melalui Roh Kudus, di dalam hati Anda hari demi hari. Karena alasan ini, kami menganjurkan Anda untuk tidak membaca lebih awal, karena hal itu akan mengurangi dampaknya.
Bacalah bagian yang sesuai untuk hari itu dengan perlahan. Ucapkan doa-doa tersebut dengan lantang dan teruslah bertobat atas apa pun yang Bapa nyatakan. Setelah bertobat, nyatakan ayat-ayat Alkitab atas diri Anda, keluarga Anda, dan gereja di kota Anda. Sepanjang hari, teruslah merenungkan tema tersebut dan semakin dalam pertobatan dan doa Anda. Ini juga merupakan panduan yang sangat baik untuk digunakan dalam kelompok kecil, selama beberapa minggu.
Konsekuensi Dosa Kita terhadap Kehidupan Rohani Kita
Pengajaran ini telah dipindahkan ke sumber daya tersendiri agar Anda dapat mempelajarinya lebih mendalam. Kami sangat menganjurkan Anda untuk membacanya sebelum melanjutkan panduan ini, karena ini memberikan landasan Alkitabiah yang penting untuk memahami pertobatan, persekutuan dengan Tuhan, dan mengapa perjalanan 21 hari berikutnya sangat penting.
Fokus dan Tujuan Utama
Tujuan utama dari 21 Hari Pengabdian ini jauh lebih dari sekadar mengikuti dan menerapkan kata-kata dan kebenaran dalam panduan ini. Perjalanan ini adalah tentang membuka hati kita kepada Roh Kudus, membiarkan Dia mengungkapkan segala sesuatu yang menghalangi kita untuk hidup dalam kekristenan sejati—untuk bertobat dari segala sesuatu yang menghalangi kita untuk sepenuhnya mengalami apa yang sudah menjadi milik kita melalui karya penebusan salib.
Bapa menginginkan kita hidup dalam kepenuhan keselamatan yang agung ini. Dan bagian terbesar dari keselamatan kita adalah ini: kita telah dipulihkan kepada Bapa. Yesus datang untuk menyatakan Bapa dan memulihkan kita kepada-Nya. Inilah tujuan utama kedatangan-Nya, dan tujuan akhir dari salib.
“Karena Kristus pun telah menderita sekali saja karena dosa-dosa, orang yang benar untuk orang yang tidak benar, supaya Ia dapat membawa kita kepada Allah.” (1 Petrus 3:18)
Kedua, kita dipanggil untuk dibentuk sesuai dengan gambar Yesus—untuk lebih menyerupai Dia. Menyerupai Yesus berarti pertama dan terutama menerima identitas kita sebagai putra dan putri Allah, yang dikasihi secara berlimpah dan tanpa syarat setiap saat, dengan kasih yang sama seperti yang Dia miliki untuk Yesus (Yohanes 17:23).
“Lihatlah betapa besar kasih yang diberikan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah; dan memang demikianlah adanya kita.” (1 Yohanes 3:1)
Yesus berdoa:
“Kemuliaan yang telah Engkau berikan kepada-Ku telah Kuberikan kepada mereka, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita satu adanya.” (Yohanes 17:22)
Ini berarti bahwa segala sesuatu yang Yesus miliki bersama dan karena Bapa diberikan kepada kita secara sah melalui salib. Hubungan dan kedudukan yang sama dengan Bapa kini menjadi milik kita. Segala sesuatu yang Yesus lakukan mengalir dari identitas-Nya sebagai Anak dan hubungan kasih-Nya dengan Bapa. Inilah kunci untuk mengalami kepenuhan keselamatan.
Seringkali kita berusaha keras untuk mencapai aspek-aspek tertentu dari keselamatan—kehadiran-Nya, kuasa-Nya, karunia-Nya, dan pengurapan-Nya. Namun Yesus bukan hanya jalan menuju hal-hal tersebut; Ia pertama-tama adalah jalan menuju Bapa:
“Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa kecuali melalui Aku.” (Yohanes 14:6)
Bapa telah memberikan segala sesuatu kepada Kristus, dan sekarang kita adalah ahli waris bersama-sama. Dan sekarang kita, sebagai ahli waris bersama Kristus, hidup dengan cara yang sama.
“Roh itu sendiri memberi kesaksian bersama roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah, dan jika kita adalah anak-anak, maka kita adalah ahli waris—ahli waris Allah dan ahli waris bersama Kristus.” (Roma 8:16-17)
Sama seperti Yesus melakukan segala sesuatu sebagai Anak dan tidak dapat melakukan apa pun tanpa Bapa, dan harus terus-menerus tinggal dalam kasih Bapa (Yohanes 15:9-10), kita sekarang tidak dapat melakukan apa pun tanpa tinggal di dalam Kristus (Yohanes 15:5). Tetapi tinggal di dalam Kristus berarti tinggal di dalam Bapa dan juga (Yohanes 17:21-22), tinggal dalam kasih yang Bapa miliki bagi kita.
Kita dipanggil untuk menyatakan Kristus di bumi, karena:
“Bukan lagi aku yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalamku.” (Galatia 2:20)
Kunci terpenting untuk mewujudkan realitas ini adalah hubungan kita dengan Bapa. Seiring hubungan itu semakin dalam, buahnya menjadi jelas—kehadiran-Nya, kasih-Nya, sukacita-Nya, kedamaian-Nya, dan kuasa-Nya terwujud lebih penuh dalam hidup kita. Kerajaan-Nya dinyatakan di dalam dan melalui kita dalam ukuran yang lebih besar.
Inilah yang harus tetap menjadi tujuan utama kita selama 21 hari ini dan sepanjang hidup kita: agar hubungan kita dengan Bapa meningkat secara dramatis, dan agar kita setiap hari hidup dalam sukacita dan berkat dari hubungan itu—sehingga kita tidak hanya memiliki hubungan yang sama dengan Bapa, tetapi juga melakukan pekerjaan Yesus dan bahkan pekerjaan yang lebih besar (Yohanes 14:12).
Lihatlah Kristus, Bukan Kodrat Berdosa Anda
Transformasi tidak datang dengan terus-menerus berfokus pada dosa kita—melainkan dengan mengarahkan pandangan kita kepada Yesus. Saat kita memandang Dia, kita diubah. Semakin kita merenungkan hidup-Nya, karakter-Nya, firman-Nya, dan hubungan-Nya dengan Bapa, semakin Roh Kudus membentuk kita menjadi serupa dengan gambar-Nya.
Ini dimulai dengan meluangkan waktu di hadirat-Nya—merenungkan siapa Dia, firman-Nya, dan kehidupan-Nya. Inilah cara para murid sendiri diubahkan. Mereka hidup di hadirat-Nya, memperhatikan bagaimana Dia berjalan, mendengarkan ajaran-Nya, dan menyaksikan hati-Nya. Salah satu alasan utama kita memiliki Injil adalah agar kita juga dapat melihat kehidupan Yesus dan dibentuk sesuai dengan Dia.
Apa pun bidang yang kita perjuangkan, kita dapat melihat bagaimana Yesus hidup. Jika kita ingin bertumbuh dalam kerendahan hati, kita berpaling pada kisah-kisah di mana Ia bergantung pada Bapa, memilih tempat yang paling rendah, melayani orang lain alih-alih meninggikan diri-Nya sendiri. Jika kita ingin bertumbuh dalam belas kasih, kita merenungkan belas kasihan-Nya terhadap orang-orang yang hancur dan berdosa. Jika kita membutuhkan keberanian, kita melihat contoh-contoh keberanian-Nya. Saat kita merenungkan Dia dengan cara-cara ini, Roh-Nya mengubah kita menjadi serupa dengan Dia.
Namun, ketika kita tetap terfokus pada dosa—merasa terkutuk, berjuang dengan kekuatan sendiri, selalu berdoa melawan dosa, selalu menatapnya—kita justru dapat memperbesarnya. Dosa tumbuh semakin kuat ketika mendominasi perhatian kita. Tuhan tidak mencurahkan kasih karunia pada kesombongan diri atau pada upaya kita untuk menguduskan diri. Sebaliknya, Dia membiarkan kita sampai pada titik terendah diri kita sendiri hingga kita menyadari kebenaran perkataan Yesus:
"Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yohanes 15:5)
Transformasi tidak pernah datang melalui usaha dengan kekuatan kita sendiri, tetapi dengan berpaling kepada Yesus, menerima kasih karunia-Nya, dan membiarkan Roh-Nya mengubah kita dari dalam ke luar.
"Karena Allahlah yang bekerja di dalam kamu, baik untuk menghendaki maupun untuk mengerjakan apa yang berkenan kepada-Nya." (Filipi 2:13)
Apa yang kita lihat, itulah yang akan kita jadikan—dan saat kita melihat Dia, kita dijadikan serupa dengan Dia.
Selama 21 Hari Pengudusan ini, 2 Tawarikh 7:14 adalah ayat suci dasar yang akan kita terapkan dalam hidup kita.
Selama tujuh hari pertama, kita akan fokus pada "merendahkan diri."
Pada hari ke-8 hingga ke-14, kita akan mendalami pertobatan dengan "berbalik dari jalan-jalan mereka yang jahat."
Selama tujuh hari terakhir (15–21), fokus kita adalah untuk "mencari wajah-Ku."
Saat kita bersiap untuk merendahkan diri, kita harus menyadari bahwa kesombongan bukan hanya kelemahan—tetapi juga salah satu penghalang terbesar untuk keintiman dengan Bapa dan untuk mengalami hadirat dan kasih-Nya. Kesombongan menjauhkan kita dari pelukan-Nya; kerendahan hati mendekatkan kita kepada hati-Nya.
Kesombongan berkata, "Aku tahu lebih baik. Aku bisa melakukan ini sendiri." Kerendahan hati berbisik, "Bapa, aku membutuhkan-Mu. Aku percaya kepada-Mu." Bapa merindukan anak-anak-Nya untuk berjalan dalam kerendahan hati karena kerendahan hati membuka pintu bagi hadirat-Nya dan kasih-Nya untuk mengisi setiap kekosongan di hati kita.
Kitab Suci memperingatkan:
"Kesombongan mendahului kehancuran." (Amsal 16:18)
Namun hal itu juga menghibur kita:
"Allah memberikan kasih karunia kepada orang-orang yang rendah hati." (Yakobus 4:6)
Kerendahan hati adalah kunci yang membuka jalan menuju persekutuan yang lebih dalam dengan-Nya.
Sifat berdosa kita seperti gravitasi—terus-menerus menarik kita ke dalam, menuju diri sendiri dan pemuasan diri. Kenyamanan dan kelimpahan dapat membuat tarikan ini semakin kuat, menumpulkan kebutuhan kita akan Bapa.
Kesombongan itu menipu. Ia menjanjikan kebebasan tetapi memperbudak kita pada diri sendiri. Kesombongan berbisik, "Kamu tidak membutuhkan Dia," tetapi Roh-Nya dengan lembut mengingatkan kita bahwa setiap napas dan setiap berkat datang dari tangan-Nya.
Sang Bapa menentang orang yang sombong, tetapi Dia tidak menjauh dari kita ketika kita lemah—Dia condong ke arah kita, menunggu kita kembali.
Persiapan Jantung
Bapa menginginkan lebih dari sekadar ketaatan lahiriah—Ia menginginkan hati kita. Sebelum kita memulai perjalanan 21 hari ini, kita harus menyadari bahwa pertobatan sejati bukanlah sekadar mengubah perilaku; melainkan mengizinkan Roh Kudus untuk menyelidiki setiap area tersembunyi dalam hidup kita. Allah tidak tertarik pada momen-momen emosional sementara atau kinerja keagamaan lahiriah. Ia menginginkan hati yang sepenuhnya menyerahkan diri kepada-Nya.
Kitab Suci berulang kali mengingatkan kita bahwa Tuhan melihat melampaui penampilan lahiriah.
"Manusia melihat penampilan lahiriah, tetapi TUHAN melihat hati." (1 Samuel 16:7)
Selama hari-hari ini, mintalah kepada Bapa untuk mengungkapkan segala sesuatu yang menghalangi keintiman dengan-Nya. Undang Dia untuk menyingkapkan kesombongan tersembunyi, ketidakmaafan, ambisi egois, ketakutan, ketidakpercayaan, kompromi, pemikiran duniawi, dan setiap area yang telah mengambil tempat yang seharusnya menjadi milik-Nya di dalam hatimu.
Daud berdoa:
"Ya Allah, selidikilah aku dan ketahuilah hatiku! Ujilah aku dan ketahuilah pikiranku! Lihatlah apakah ada jalan yang jahat dalam diriku, dan tuntunlah aku ke jalan yang kekal!" (Mazmur 139:23-24)
Ini pun harus menjadi doa kita.
Kecenderungan alami kita adalah membenarkan diri sendiri, memaafkan tindakan kita, membandingkan diri kita dengan orang lain, atau mengecilkan dosa kita. Roh Kudus melakukan sebaliknya. Dia dengan penuh kasih mengungkapkan kebenaran agar kita dapat bertobat, menerima kasih karunia, dan dipulihkan.
Mari kita mulai perjalanan ini bersama!


